Tentang hosting LiteSpeed di HostingWebsite
Di hosting Apache biasa, setiap kunjungan menjalankan PHP dan query database dari nol. Dengan LiteSpeed + LSCache, halaman yang sudah ter-cache dikirim langsung dari memori tanpa menyentuh PHP. Dengan resource yang sama, server sanggup melayani pengunjung berkali lipat lebih banyak, dan itu yang membuat shared hosting kami tetap kencang di jam ramai.
Semua paket shared dan cloud hosting memakai LiteSpeed Enterprise yang berlisensi, bukan OpenLiteSpeed, mulai Rp3.000/bulan. Plugin LiteSpeed Cache untuk WordPress gratis dan sudah mendukung cache ESI untuk WooCommerce, optimasi gambar, minify CSS/JS, serta lazy load.
LiteSpeed membaca .htaccess seperti Apache, jadi Laravel, CodeIgniter, Joomla, dan aplikasi PHP lain berjalan tanpa mengubah konfigurasi. HTTP/3 (QUIC) dan kompresi Brotli aktif dengan sendirinya.
Kesalahan yang paling sering kami lihat di tiket: LiteSpeed Cache dipasang bersamaan dengan WP Rocket, W3 Total Cache, atau plugin cache lain. Hasilnya cache berlapis, halaman kadang tampil versi lama, dan keranjang WooCommerce bisa kosong sendiri. Pilih satu saja. Di server LiteSpeed, plugin LiteSpeed Cache yang paling masuk akal karena bisa memerintah cache di level server, sesuatu yang tidak bisa dilakukan plugin lain.
Cara mengecek LSCache benar-benar bekerja: buka website di jendela incognito, buka DevTools (F12), tab Network, klik dokumen halaman, lalu lihat header x-litespeed-cache. Nilai “hit” berarti halaman disajikan dari cache. Kalau selalu “miss”, biasanya ada plugin yang memasang cookie di setiap halaman atau halaman tersebut dikecualikan di pengaturan plugin.
