Tentang shared hosting murah di HostingWebsite
Ada lima paket. Hemat Rp36.000/tahun (2 website, 5 GB), Starter Rp48.000/tahun (5 website, 15 GB), Plus Rp96.000/tahun (unlimited website, 30 GB, domain gratis), Ultimate Rp120.000/tahun (60 GB), dan Lifetime Rp149.000 sekali bayar. Semuanya memakai NVMe, LiteSpeed + LSCache, SSL gratis, dan Imunify360.
Shared hosting murah yang bagus dan yang buruk biasanya dibedakan oleh satu hal: seberapa padat servernya diisi. Kami membatasi jumlah akun per server dan memakai CloudLinux, sehingga satu akun yang kena bot atau plugin bocor tidak ikut menyeret akun lain. Karena itu website di paket termurah pun tetap stabil.
Di CloudLinux, tiap akun punya batas CPU, RAM, I/O, dan entry process (jumlah request PHP yang diproses bersamaan). Kalau batas itu tersentuh, pengunjung melihat error 508 “Resource Limit Is Reached”. Sebelum buru-buru upgrade, periksa penyebabnya. Dari pengalaman kami, sebagian besar kasus berasal dari bot yang menyerang wp-login.php atau xmlrpc.php, bukan dari pengunjung sungguhan.
Masalah klasik lain di WordPress adalah WP-Cron, yang berjalan setiap ada pengunjung dan memakan entry process saat traffic naik. Matikan lewat DISABLE_WP_CRON di wp-config.php, lalu buat Cron Jobs di cPanel yang memanggil wp-cron.php setiap 5 sampai 15 menit. Perubahan kecil ini sering membuat website yang tadinya “mentok” kembali lega.
Kapan harus naik kelas? Saat pengunjung sudah puluhan ribu per bulan, WooCommerce melambat di jam ramai padahal cache sudah benar, atau kamu perlu Node.js/Docker. Pada titik itu, pindah ke cloud hosting yang resource-nya terjamin (cukup upgrade dari panel, data tidak dipindah manual) atau ke VPS bila butuh root.
