Tentang VPS hosting di HostingWebsite
Di VPS kamu memilih OS sendiri (Ubuntu, Debian, AlmaLinux, Rocky), memasang software apa saja seperti Nginx, Node.js, Docker, PostgreSQL, Redis, atau n8n, dan mengatur firewall sesuai kebutuhan. vCPU, RAM, dan NVMe dialokasikan untuk VPS kamu, tidak dibagi seperti di shared hosting. Harganya mulai Rp25.000/bulan.
Kapan perlu VPS? Saat aplikasimu bukan PHP biasa (Node.js, Python, Go), butuh Docker, port khusus, cron yang berat, atau database selain MySQL. Untuk WordPress dan website PHP pada umumnya, shared hosting atau cloud hosting lebih praktis karena sudah dikelola dan memakai cPanel.
VPS kami memakai KVM penuh, bukan container, dengan NVMe dan port 1 Gbps unmetered di Jakarta. Dari panel kamu bisa reboot, reinstall OS, membuka console VNC, dan mengatur port. Ingin cPanel di VPS? Bisa, dengan lisensi berbayar. Alternatif gratisnya aaPanel atau CyberPanel.
Satu hal yang perlu dipahami sebelum pindah: VPS kami unmanaged. Kalau MySQL berhenti karena kehabisan memori atau disk penuh oleh log, kamu yang membereskannya. Kebiasaan yang menolong: rajin cek free -h dan df -h, sesuaikan innodb_buffer_pool_size dengan RAM yang ada, dan pasang swap kecil sebagai bantalan, tidak lebih besar dari RAM. Kalau swap yang terpakai terus naik, itu tanda RAM perlu ditambah. Masih ragu memilih? Baca perbedaan shared hosting, cloud hosting, dan VPS.
